MAJENE – Pemkab Majene berencana akan membangun Rumah Sakit Khusus Paru (RS Paru) pertama di Sulbar. Hal itu disampaikan Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, Minggu 15 Oktober 2026.
Bupati dua periode itu sebutkan, pembangunan RS Paru sangat mendesak mengingat tingginya angka kasus pernapasan di Majene, seperti ISPA, Tuberkulosis (TBC) dan Asma.
Ide ini tidaklah tanpa alasan. Ada beberapa hal mendasari sehingga rencana pembangunan RS Paru di Majene bersifat penting.
“Selama ini masyarakat Majene alami gangguan pernapasan harus dirujuk di ke Makassar, sudah jauh dan butuh biaya. Kita ingin masyarakat Majene berobat di Majene saja dan InsyaAllah kita akan bangun RS Paru,” ungkap Bupati.
Tidak menutup kemungkinan jika nantinya RS Paru betul dibangun di Majene, bukan hanya masyarakat lokal saja. Sulbar secara umum dan dari daerah tetangga lainnya.
Dikatakan AST, rencana ini sementara diperjuangkan di pusat agar tahun depan kita bisa wujudkan pembangunan diatas lahan 2 H berada di Lutang, Kecamatan Banggae Timur.
Dra. Juliani Laupe sebutkan, pihaknya sudah siapkan lahan seluas 2 H didaerah Lutang untuk lokasi pembangunannya.
“Feasibility Study (Fs) dan Detail Engineering Design (DED) sudah kita susun tahun ini. Di targetkan pembangunan fisik mulai APBN 2027,” ujarnya.
RS Paru direncanakan akan dilengkapi dengan Poli Spesialis Paru, Laboratorium TBC, Ruang Isolasi Respiratori, dan Alat Bronkoskopi Modern.
“Ini ide brilian. Sulbar belum punya RS Paru khusus, kasus TBC di Sulbar masih tinggi. Kalau Majene bisa membangun ini, tentu akan menjadi rujukan kesehatan Paru di Sulbar,” terang Kepala Dinas Kesehatan Majene.
Diharapkan dengan adanya RS Paru nantinya di Majene dapat menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Paru. (rls/as)






