MAJENE – Warga Lingkungan Banua, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran besar yang selama belasan tahun dirawat dan diberi makan oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat, M. Yadul. Buaya tersebut sempat keluar dari kandang pemeliharaannya dan berkeliaran di sekitar lingkungan warga.
Kondisi itu sontak menimbulkan kekhawatiran karena ukuran tubuh buaya yang cukup besar dan keberadaannya di area permukiman dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah Kecamatan Malunda. Warga menduga kondisi panas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan buaya tersebut keluar dari kandangnya. Namun, penyebab pastinya masih perlu dipastikan.
Mengetahui buaya berada di luar kandang, pemilik bersamwarga setempat kemudian bersama-sama melakukan evakuasi. Prosesnya tidak mudah karena ukuran buaya cukup besar, sehingga membutuhkan waktu dan kehati-hatian.
Setelah melalui proses evakuasi, buaya tersebut akhirnya berhasil diamankan dan dikembalikan ke kandang pemeliharaannya. Kondisi kandang kemudian dipastikan kembali aman sehingga tidak lagi berkeliaran dan mengancam aktivitas masyarakat sekitar.
Keberadaan M. Yadul selama ini juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan buaya tersebut. Selama belasan tahun, ia secara sukarela merawat dan memberikan makanan kepada buaya tersebut.
Pilihan untuk tetap merawatnya selama ini juga tidak terlepas dari pertimbangan keselamatan masyarakat. Jika dilepas begitu saja ke sungai atau perairan sekitar, keberadaan buaya tersebut dikhawatirkan justru dapat membahayakan warga, mengingat masyarakat masih banyak melakukan aktivitas di sungai.
Di sisi lain, belum tersedianya fasilitas penangkaran resmi untuk menampung satwa tersebut di Kabupaten Majene menjadi salah satu persoalan tersendiri.
Untuk sementara, setelah berhasil dievakuasi, buaya tersebut telah kembali berada di kandangnya dan dipastikan dalam kondisi aman. Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bersama agar keberadaan satwa tersebut dapat terus ditangani secara aman, baik bagi masyarakat maupun bagi buaya itu sendiri. (Endy)








