MAJENE – Dinas Kesehatan Kabupaten Majene mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara di wilayah Majene yang dinilai berpotensi berdampak terhadap kesehatan, Jumat 16 Oktober 2026.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Apt. Nur Ekawati, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan kualitas udara menunjukkan empat parameter yang diperiksa telah melampaui baku mutu yang ditetapkan.
Keempat parameter tersebut meliputi debu partikulat PM10, debu partikulat PM2,5, suhu, dan kelembapan.
“Dari hasil pemeriksaan empat parameter, yakni debu partikulat PM10, PM2,5, suhu, dan kelembapan, semuanya melebihi baku mutu yang telah ditentukan,” ujarnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene telah melakukan upaya pemeriksaan kualitas udara sebagai bagian dari langkah pemantauan terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
Nur Ekawati mengimbau warga, khususnya yang berada di dalam rumah, agar selalu menutup jendela dan pintu untuk membatasi masuknya udara dari luar. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih.
Sementara itu, bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, ia menegaskan pentingnya menggunakan masker medis, bukan masker kain. Masyarakat juga disarankan menggunakan kacamata sebagai perlindungan tambahan.
Selain itu, kelompok rentan seperti bayi, balita, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.
Dinas Kesehatan Kabupaten Majene berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan tersebut guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat kondisi kualitas udara di wilayah Malunda. (rls/as)






