MAJENE – Kepala Bidang Penerangan Jalan dan Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Majene, Amrin tetap akan upayakan pemeliharaan PJU sesuai kemampuan alokasi anggaran disiapkan.
Hal itu, disampaikan Amrin saat ditemui diruang kerja miliknya Dinas Perkimtan Majene berlokasi di Deteng – Deteng, Kamis 29 Oktober 2026.
Dikatakan, penanganan pemeliharaan PJU anggaran Perkimtan masih terbatas. Namun, pelayanan tetap berjalan dan kami masih bisa melakukan survei ke lapangan serta mengganti lampu mati.
“Masih banyak persoalan PJU dilapangan membutuhkan penanganan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam melakukan pemeliharaan secara maksimal,” ungkapnya.
Anggaran pemeliharaan PJU sebelumnya direncakan dengan jumlah pagu Rp. 50 juta. Tetapi mengalami pengurangan menjadi 10 juta.
“Anggaran pemeliharaan tahun ini awalnya sebesar Rp. 50 juta, tetapi mengalami pengurangan hingga tersisa 10 juta. Kendati dinilai minim, kita tetap berusaha memberikan pelayanan kepada publik,” ujarnya.
Amrin mengaku, anggaran yang tersedia saat ini belum cukup untuk menangani seluruh kebutuhan pemeliharaan PJU di Kabupaten Majene. Sejumlah lampu jalan mengalami kerusakan masih membutuhkan perhatian dan penanganan secara bertahap.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan pemantauan dan penanganan terhadap lampu jalan yang mati sesuai dengan kondisi di lapangan serta kemampuan anggaran yang ada.
Ia berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan anggaran pemeliharaan PJU pada tahun mendatang agar penanganan kerusakan lampu jalan dapat dilakukan dengan lebih baik.
“Harapan kami, mudah-mudahan ke depan anggaran pemeliharaan PJU bisa bertambah, sehingga berbagai kendala di lapangan dapat ditangani dengan lebih maksimal,” harap Amrin.
Dengan dukungan anggaran yang memadai, pemeliharaan PJU diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi menunjang penerangan jalan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. (rls/as)







