MAJENE – Pemkab Majene Provinsi Sulawesi Barat telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Khusus Paru (RS Paru) yang rencananya akan ditempatkan di daerah Lutang, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Majene.
Pembangunan RS akan menggunalan areal Gedung Dinas Perhubungan Majene di kawasan Lutang. Percepatan pun dijalankan. Bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri Tammalele, SE., MM memerintahkan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan pembersihan dan pematangan lahan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Majene, Hj. Syahrimayani, MT yang juga telah mengunjungi rencana lokasi RS Paru mendampingi Bupati Majene serta pejabat terkait lainnya.
Saat ini Pemda Majene sudah menyiapkan lahan untuk RS Paru Majene, Sulawesi Barat, seluas 2 Hektar.
“Pak Bupati sudah meminta kepada semua instansi terkait untuk menyiapkan kebutuhan pembangunan RS Paru ini, termasuk soal lahan yang saat ini sudah mencukupi,” ungkap Hj. Syahrimayani, pada Kamis (22/10/2026).
Kesiapan lahan tersebut kata dia, merupakan tahap awal yang akan dilanjutkan dengan penambahan kedepannya.
“Kita sudah siap juga untuk pengembangan, karena memang masih luas, masih panjang ke belakang. Jelasnya Pemda Majene sudah siapkan lahan,” tegas Kadis Perkimtan.
Bupati meninjau rencana lokasi pembangunan RS Paru Majene pada Selasa (20/10/2026). Kehadiran fasilitas kesehatan ini akan menjawab jawaban atas keluhan warga yang selama ini harus berobat jauh ke Makassar untuk penyakit pernapasan. “Kasus ISPA dan TBC cukup tinggi. Kita butuh rumah sakit khusus yang fokus menangani paru. Ini akan jadi yang pertama di Sulbar,” ungkap Bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri. (rls/as)







