MAJENE – Pemkab Majene mulai merintis sistem karantina kesehatan dan mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional. Selain menjadi kapasitas memastikan pelayanan juga merupakan bagian dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan penyakit menular.
Dinas Kesehatan Kabupaten Majene kini dipimpin Dra. Hj. Yuliani sambangi Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulsel, Kamis 23 Oktober 2026.
Dinkes Majene saat sambangi Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulsel, ia dibersamai Wakil Bupati Majene, Hj. Andi Rita Mariani Basharoe dan anggota DPRD Majene.
Yuliani katakan, kunjungan kaji tiru dilakukan di Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulsel merupakan langkah dalam meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saat ini kita masih mempersiapkan sistem pengembangan layanan karantina kesehatan untuk diterapkan di Majene,” ungkapnya.
Dijelaskan, rencana pengembangan layanan karantina kesehatan di Majene diharapkan dapat memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi kedaruratan kesehatan.
“Sistem dirintis harus memadai agar potensi penyebaran penyakit menular dapat dideteksi dan ditangani sesuai prosedur sebelum berkembang menjadi problem kesehatan meluas,” ujarnya.
Dilanjutkan, tetapi rencana itu tentu tidak cukup berhenti pada kunjungan kaji tiru atau penyusunan konsep. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai bentuk layanan akan tersedia, kesiapan, dan fasilitas, serta tenaga kesehatan, mekanisme penanganan, dan target realisasi program.
“Olehnya itu, tahapan perintis perlu ditindaklanjuti dengan langkah kongkrit dan koordinasi lintas sektor agar rencana penguatan karantina kesehatan benar benar dapat terwujud,” lanjutnya.
Selain merintis layanan karantina kesehatan. Dinas Kesehatan Majene juga mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri.
Selama ini, warga yang membutuhkan vaksinasi tertentu untuk perjalanan internasional, termasuk calon jemaah umrah, dapat menghadapi kendala jarak apabila harus mengakses layanan di luar Kabupaten Majene.
Yuliani sebutkan, pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat sehingga tidak perlu lagi bepergian ke Mamuju atau Makassar hanya untuk mendapatkan vaksin meningitis.
“Jadi tidak perlu lagi kita ke Mamuju atau Makassar untuk vaksin meningitis, misalnya,” tutupnya. (rls/as)







