MAJENE – Dalam rangka memperkuat sinergitas dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pemerintah Kabupaten Majene menggelar rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Selasa 14 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung terwujudnya visi Majene Mandiri melalui penguatan tata kelola data pertanahan yang akurat dan terintegrasi.
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Majene, Muhammad Ilham Yamin, S.E., S.H., M.M., didampingi Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Andi Nurhana, S.H., M.H.
Kehadiran jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Majene menjadi wujud komitmen dalam mendukung penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Majene untuk mewujudkan sistem penilaian tanah yang akurat, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam rapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Majene memaparkan update Zona Nilai Tanah (ZNT) Tahun 2026 yang menjadi salah satu instrumen strategis dalam menentukan nilai tanah berdasarkan kondisi pasar.
Pembaruan ZNT ini diharapkan mampu menjadi landasan yang lebih akurat dalam mendukung pengelolaan PBB-P2 dan BPHTB, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah secara optimal.
Selain pemaparan perkembangan ZNT, rapat juga membahas penyusunan draf Nota Kesepahaman (MoU)/Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Majene dan Kantor Pertanahan Kabupaten Majene terkait pemanfaatan Zona Nilai Tanah.
Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat integrasi data pertanahan dengan kebijakan perpajakan daerah serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Kantor Pertanahan Kabupaten Majene berkomitmen untuk terus menghadirkan data pertanahan yang berkualitas, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah sebagai bagian dari percepatan pembangunan dan terwujudnya Kabupaten Majene yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (rls/as)














