MAJENE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin resmi memaparkan program kerja mereka di hadapan masyarakat Desa Bababulo, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.
Dalam acara Seminar Program Kerja yang berlangsung pada Selasa malam, 14 Juli 2026, pukul 20.00 WITA, bertempat di Kantor Desa Bababulo.
Acara yang dihadiri sekitar 70 warga dan tokoh masyarakat Desa Bababulo ini berlangsung penuh antusiasme, ditandai dengan tingginya partisipasi hadirin dalam menyimak pemaparan maupun sesi diskusi.
Acara ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan rangkaian program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di desa tersebut.
Fadli katakan harapan agar kehadiran mahasiswa KKN dapat menjadi pembelajaran bersama bagi kedua belah pihak.
“Kami berharap dari kegiatan ini kita bisa sama-sama belajar, hal-hal yang positif kita pertahankan, dan yang negatif kita buang,” ungkap Penjabat Kepala Desa Bababulo.
Kami dari pemerintah desa akan membantu dan berupaya semaksimal mungkin di setiap program yang akan dilaksanakan oleh adik-adik mahasiswa.
“Harapan kami seluruh yang hadir pada malam ini dapat turut membantu kelancaran adik-adik mahasiswa selama menjalankan program kerjanya di Desa Bababulo,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dr. Muhammad Abdillah Rahmat selaku Dosen Pembina menitipkan mahasiswa bimbingannya kepada masyarakat Desa Bababulo.
Ia berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga sopan santun selama masa pengabdian, dan berharap warga desa turut memberi perhatian serta bimbingan kepada mahasiswa selayaknya bagian dari keluarga besar desa.
Pada sesi pemaparan, mahasiswa memperkenalkan tujuh program kerja unggulan yang dirancang selaras dengan tema pengembangan desa wisata, yaitu pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pembuatan bank sampah, pembangunan biopori untuk pengelolaan air hujan dan sampah organik, pembuatan website desa, program Bababulo Tersiar sebagai strategi pengembangan konten digital dan publikasi desa wisata, inovasi kuliner Onigiri Mandar, serta seminar perikanan berkelanjutan dan alat tangkap ramah lingkungan.
Salah satu program yang menyita perhatian warga adalah Onigiri Mandar, olahan pangan inovatif berbahan dasar nasi dan rumput laut dengan isian hasil laut khas warga Desa Bababulo.
Inovasi ini dirancang untuk memperkuat identitas kuliner desa sekaligus membuka potensi ekonomi kreatif berbasis produk lokal, sejalan dengan arah pengembangan Bababulo sebagai desa wisata.
Antusiasme warga pun turut terlihat dalam sesi diskusi. Salah seorang warga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran mahasiswa KKN Unhas, mengingat status Universitas Hasanuddin sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Kawasan Timur Indonesia yang kehadirannya dinilai membawa harapan baru bagi kemajuan desa.
Warga juga menyambut baik rencana program kuliner dan digitalisasi desa yang dinilai relevan dengan pengembangan potensi wisata Bababulo.
Sebagai tindak lanjut dari seminar, dibentuk lima Kelompok Kerja (Pokja) Relawan Sadar Wisata (Redarwis) yang akan menjadi mitra strategis mahasiswa dalam pengembangan desa wisata
secara berkelanjutan, yaitu Pokja Wisata diketuai Herlin, Pokja Lingkungan diketuai Hammad Damin, Pokja Ekonomi Kreatif diketuai Rahmiani, Pokja Pesisir diketuai Muhdiar, serta Pokja Digitalisasi dan Publikasi.
Seminar Program Kerja ini menjadi tonggak awal kolaborasi antara mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 116 dan masyarakat Desa Bababulo dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis potensi lokal.
Turut hadir Pj. Kepala Desa Bababulo Fadli, S.E., Dosen Pembina KKN
Dr. Muhammad Abdillah Rahmat, S.T., M.T., Ketua BPD Herlin, S.Pd., unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Ketua TP PKK, para Kepala Dusun dan Ketua RT, serta tokoh masyarakat dan warga setempat. (rls/as)














