Mamuju – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, memimpin rapat internal bersama Tim GARATTA TBC (Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis) di BYH Cafe and Resto, Mamuju, Jumat, 26 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan implementasi program GARATTA TBC sebagai gerakan kolaboratif percepatan eliminasi Tuberkulosis di Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut difokuskan pada penyempurnaan strategi pelaksanaan program, penguatan materi edukasi, penyelarasan media komunikasi, serta penyusunan rencana implementasi GARATTA TBC di seluruh kabupaten. Selain itu, tim juga mengevaluasi kesiapan identitas visual (branding), maskot, materi kampanye, dan pendekatan komunikasi berbasis budaya lokal agar pesan pencegahan dan pengendalian TBC lebih mudah diterima masyarakat.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa GARATTA TBC bukan sekadar program kesehatan, tetapi sebuah gerakan sosial yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menemukan kasus TBC lebih dini, mendampingi pasien hingga sembuh, serta menghilangkan stigma terhadap penderita.
“Keberhasilan eliminasi TBC tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga keluarga. GARATTA TBC hadir sebagai identitas gerakan yang menyatukan seluruh kekuatan tersebut,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, pelaksanaan GARATTA TBC sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan promotif, preventif, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung target eliminasi Tuberkulosis dalam mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
Melalui rapat ini, DKPPKB Sulbar berharap GARATTA TBC dapat menjadi gerakan kesehatan yang memiliki identitas kuat, mudah dikenali masyarakat, dan mampu menggerakkan partisipasi publik dalam mewujudkan Sulawesi Barat Bebas TBC dengan semangat “Temukan Harapan, Antarkan Kesembuhan.”














