MAJENE – Pemkab Majene melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene mencatat 94 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung menghantam Kecamatan Malunda.
Data itu merupakan hasil pendataan tim BPBD Majene, selanjutkan akan dilakukan penginputan dan dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.
Dikatakan, berdasarkan rincian data disamapikan Sekretaris BPBD Majene. Kerusakan rumah tersebar di empat wilayah terdiri dari dua Desa dan Kelurahan.
Kelurahan Malunda menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan paling banyak dengan total 63 unit rumah. Selanjutnya, Desa Kayu angin 8 unit rumah, Desa Lombong Timur 13 unit, dan Kelurahan Lamungan Batu 9 unit serta 1 unit rumah di Desa Lombong.
Sesuai hasil pendataan, total rumah rusak akibat amukan angin puting beliung di Kecamatan Malunda merusak 94 rumah tersebar di dua Desa dan Kelurahan,” ungkap Camat Malunda, 1 November 2026.
Kalaksa BPBD Majene Katakan dibersamai beberapa instansi diantaranya, Dinas Sosial dan Perkimtan serta Camat Malunda mendampingi Bupati Majene dalam penyaluran bantuan.
Diharapkan seluruh proses penyaluran bantuan dapat berjalan lancar, tepat sasaran dan menjangkau seluruh korban. Terutama rumahnya apami kerusakan cukup parah.
“Tentu dalam kondisi ini, seluruh instansi membangun kerja kolaborasi untuk kemudian dilakukan koordinasi ketingkat pusat agar para korban terdampak mendapatkan perhatian serius,” ungkapnya.
Dalam penyaluran bantuan kepada korban angin puting beliung di Kecamatan Malunda. Bupati Majene terlihat didampingi Kalaksa BPBD Majene, Dinsos, Perkimtan dan Camat Malunda. (rls/as)








