MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Tahun ini, SMP Negeri 3 Majene yang berlokasi di Jl. A.P. Pettarani No.11, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan perhatian serius melalui program rehabilitasi sedang/berat ruang kelas.
Dengan nilai pagu sebesar Rp. 152.613.000,- (Seratus Lima Puluh Dua Juta Enam Ratus Tiga Belas Ribu Rupiah), proyek ini diharapkan mampu memperbaiki kondisi fisik ruang belajar yang sudah mengalami penurunan kualitas akibat usia bangunan dan faktor cuaca.
Rehabilitasi ini merupakan bagian dari Program Pengelolaan Pendidikan, khususnya di sub kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah Menengah.
SMP Negeri 3 Majene dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Majene. Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 4.264 meter persegi dan telah terakreditasi A sejak 31 Desember 2016. Dengan sistem pembelajaran enam hari dalam seminggu dan fasilitas internet serta listrik PLN yang memadai, sekolah ini telah lama menjadi pusat pendidikan menengah berkualitas di wilayah pesisir Majene.
Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa ruang kelas mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Dinding retak, atap bocor, serta plafon yang menua membuat proses belajar mengajar tidak lagi nyaman, terutama di musim hujan. Guru dan siswa tetap bertahan dalam keterbatasan, dengan harapan adanya perbaikan yang dapat mengembalikan kenyamanan belajar mereka. Kini, harapan itu mulai terwujud.
Kepala SMP Negeri 3 Majene mengungkapkan rasa syukur atas turunnya program rehabilitasi tersebut. “Ini adalah kabar gembira bagi kami. Sekolah kami memang sudah lama menunggu adanya perbaikan, karena beberapa ruang kelas tidak lagi layak digunakan secara optimal. Dengan rehabilitasi ini, kami bisa memberikan suasana belajar yang lebih baik dan aman bagi siswa,” ujarnya penuh haru, Kamis 23 Oktober 2025.
Proyek rehabilitasi ini meliputi berbagai jenis pekerjaan yang komprehensif, mulai dari pekerjaan persiapan, bongkaran, beton, tanah dan batu bata, kusen, pintu, atap, plafon, lantai rabat dan keramik, pengecatan, hingga instalasi electrical.
Dengan lingkup kerja yang luas, proyek ini tidak sekadar memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga memperbarui tampilan dan kekuatan struktural ruang kelas agar sesuai standar bangunan pendidikan modern.
Dinas Pendidikan menegaskan bahwa setiap tahap pekerjaan dilakukan dengan mengacu pada standar teknis nasional. Para penyedia jasa yang terlibat diwajibkan mematuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan demikian, mutu hasil pekerjaan diharapkan terjamin dan tahan lama.
Selain menjamin aspek fisik bangunan, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek ini. “Kami pastikan semua pekerjaan dilaksanakan secara terbuka, dengan pengawasan ketat di lapangan agar dana publik yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” ujar salah satu pejabat di Disdikpora Majene.
Dukungan masyarakat sekitar pun mengalir deras. Para orang tua murid merasa bangga karena sekolah tempat anak-anak mereka menimba ilmu kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. “Kami sangat bersyukur. Dengan ruang kelas yang lebih nyaman, anak-anak bisa belajar lebih fokus tanpa khawatir bocor atau panas. Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan,” ungkap Syamsir salah satu wali murid.
Sementara itu, para guru SMPN 3 Majene menyambut rehabilitasi ini dengan semangat baru. Mereka percaya, kondisi ruang belajar yang nyaman dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. “Anak-anak akan lebih bersemangat datang ke sekolah. Guru pun akan lebih mudah menciptakan suasana kelas yang kondusif,” ujar seorang guru senior.
Rehabilitasi ruang kelas ini juga diharapkan menjadi pendorong lahirnya inovasi dan kreativitas baru dalam lingkungan sekolah. Dengan fasilitas yang lebih baik, SMP Negeri 3 Majene berencana memperkuat pembelajaran berbasis digital serta kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter dan bakat siswa.
Pihak sekolah menilai, pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari investasi jangka panjang. “Kalau ruang belajar kuat dan nyaman, otomatis proses belajar berjalan lebih maksimal. Dari sinilah kualitas sumber daya manusia Majene akan terus meningkat,” tambah kepala sekolah.
Dalam jangka panjang, program rehabilitasi ini tidak hanya berfungsi memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan negeri. Pemerintah berharap langkah ini menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berbenah dan berinovasi.
Rehabilitasi sedang/berat ruang kelas SMPN 3 Majene juga menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Melalui proyek ini, Majene menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal pengajaran, tetapi juga tentang menghadirkan tempat belajar yang manusiawi dan inspiratif bagi generasi muda.
Kini, para siswa dan guru menantikan selesainya proses rehabilitasi yang tengah berlangsung. Mereka membayangkan ruang kelas yang bersih, terang, berplafon rapi, dan berdinding kokoh sebagai tempat baru untuk merajut mimpi. Dari ruang yang diperbarui inilah, harapan dan cita-cita anak-anak Majene akan terus tumbuh, melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerahnya.












