MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para tenaga pendidik.
Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Majene, tahun ini dilaksanakan rehabilitasi ruang guru SD Negeri 55 Deteng-Deteng, yang berlokasi di Jalan BLK Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Pengelolaan Pendidikan, khususnya dalam Sub Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Guru/Kepala Sekolah/Tata Usaha, dengan nilai pagu sebesar Rp 53.956.080 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025. Langkah ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah daerah dalam memperbaiki fasilitas kerja para guru yang selama ini menjadi ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.
SD Negeri 55 Deteng-Deteng bukanlah sekolah baru. Berdiri sejak tahun 1910, sekolah ini menjadi salah satu lembaga pendidikan tertua di Kabupaten Majene. Dengan luas tanah mencapai 2.060 meter persegi, SDN 55 Deteng-Deteng telah lama menjadi pusat kegiatan belajar mengajar bagi masyarakat Totoli dan sekitarnya. Meski berusia lebih dari seabad, semangat sekolah ini untuk mencetak generasi cerdas tidak pernah pudar.
Namun, seiring usia bangunan yang semakin tua, sejumlah fasilitas di sekolah mulai mengalami penurunan kualitas. Salah satu yang cukup memprihatinkan adalah ruang guru, tempat di mana para tenaga pendidik beristirahat, berdiskusi, dan menyiapkan administrasi pembelajaran. Dinding yang retak, plafon rusak, hingga instalasi listrik yang sudah tidak layak menjadi alasan utama perlunya rehabilitasi segera.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 55 Deteng-Deteng menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian besar pada fasilitas guru. “Kami sangat bersyukur atas program rehabilitasi ini. Ruang guru adalah jantung kegiatan manajerial di sekolah. Jika tempat itu nyaman, guru bisa bekerja lebih optimal,” ujarnya, Kamis 23 Oktober 2025.
Pekerjaan rehabilitasi kali ini mencakup berbagai aspek penting, antara lain pekerjaan persiapan, pemasangan alat pelindung diri, perbaikan dinding dan plesteran, penggantian kusen dan jendela, perbaikan lantai dan plafon, instalasi listrik, pengecatan, serta pekerjaan finishing. Lingkup pekerjaan tersebut memastikan ruang guru SDN 55 Deteng-Deteng akan tampil lebih kokoh, rapi, dan layak digunakan setelah rampung dikerjakan.
Menurut penjelasan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Majene, perbaikan ruang guru bukan sekadar renovasi fisik, melainkan juga bagian dari strategi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga pendidik. Fasilitas yang layak diyakini mampu memacu semangat kerja para guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan belajar yang berkualitas.
“Guru adalah pilar utama pendidikan. Karena itu, kami tidak hanya membenahi ruang kelas siswa, tetapi juga memperhatikan tempat kerja guru. Lingkungan yang nyaman bagi guru akan menciptakan suasana belajar yang positif bagi siswa,” ungkap salah satu pejabat di Disdikpora Majene.
Masyarakat sekitar juga menyambut baik proyek ini. Warga Totoli yang selama ini menyaksikan perjuangan para guru di SDN 55 Deteng-Deteng merasa bangga karena sekolah kebanggaan mereka mendapat perhatian pemerintah. “Kami tahu bagaimana para guru di sini bekerja keras setiap hari. Dengan diperbaikinya ruang guru, mereka tentu lebih nyaman dan semangat dalam mengajar,” ujar Hasan, salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Selain sebagai ruang kerja, ruang guru juga berfungsi sebagai pusat koordinasi sekolah. Di ruangan inilah ide-ide inovatif, strategi pengajaran, dan solusi atas berbagai tantangan pendidikan dibahas bersama. Karena itu, keberadaan ruang yang layak sangat penting untuk menjaga kualitas manajemen pendidikan di sekolah dasar.
Proyek rehabilitasi ini diharapkan selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar teknis bangunan pendidikan. Pemerintah daerah memastikan bahwa pelaksana kegiatan harus memperhatikan mutu pekerjaan, keamanan, serta keindahan bangunan agar hasilnya benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan.
SDN 55 Deteng-Deteng sendiri saat ini telah terakreditasi B, berdasarkan SK No. 754/BAN-SM/SK/2019 yang diterbitkan pada 9 September 2019. Dengan adanya peningkatan fasilitas, sekolah ini diharapkan mampu memperkuat kinerjanya menuju akreditasi yang lebih tinggi di masa mendatang, seiring peningkatan sarana dan kualitas pembelajaran.
Ke depan, Dinas Pendidikan Majene berencana terus melanjutkan program rehabilitasi ke berbagai sekolah lain yang membutuhkan, baik ruang kelas, perpustakaan, rumah dinas guru, maupun fasilitas pendukung lainnya. Program berkelanjutan ini menjadi bagian dari visi besar “Majene Cerdas”, yakni membangun generasi unggul dari lingkungan sekolah yang layak dan inspiratif.
Dengan wajah baru ruang guru yang lebih nyaman dan representatif, SDN 55 Deteng-Deteng kini bersiap melangkah menuju masa depan pendidikan yang lebih baik. Rehabilitasi ini bukan hanya tentang dinding dan plafon yang diperbaiki, tetapi tentang semangat baru yang tumbuh, semangat untuk terus mengajar, mendidik, dan mencerdaskan anak-anak Majene demi kemajuan daerah dan bangsa.












