MAJENE – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Majene kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu bukti nyata komitmen tersebut terlihat dari rehabilitasi gedung SD Negeri No. 11 Galung, yang berlokasi di Desa Betteng, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi ini menjadi salah satu pusat pendidikan dasar penting di wilayah Pamboang. Dengan sistem pembelajaran pagi dan kegiatan belajar mengajar selama enam hari dalam seminggu, SDN 11 Galung dikenal sebagai sekolah yang aktif dan produktif dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter.
Melalui Program Pengelolaan Pendidikan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene, rehabilitasi gedung ini menjadi bagian dari Sub Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Sarana Prasarana dan Utilitas Sekolah Dasar. Proyek tersebut memiliki nilai pagu sebesar Rp 71.974.260 (Tujuh Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Dua Ratus Enam Puluh Rupiah), yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025.
Ruang lingkup pekerjaan rehabilitasi meliputi beberapa tahapan penting, di antaranya pekerjaan umum, pekerjaan lapangan (site work), pekerjaan penutup atap, langit-langit atau plafon, hingga pengecetan. Seluruh kegiatan ini dilakukan sesuai standar konstruksi pendidikan untuk memastikan bangunan menjadi lebih kuat, nyaman, dan aman digunakan oleh siswa dan guru.
Kepala SDN 11 Galung, saat ditemui di sela-sela kegiatan sekolah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, bangunan sekolah memang sudah lama membutuhkan perbaikan menyeluruh agar proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan lebih baik.
“Selama ini kami terus berupaya menjaga kondisi sekolah sebaik mungkin, tapi keterbatasan dana operasional membuat beberapa bagian gedung sulit diperbaiki. Kini, melalui program rehabilitasi ini, kami merasa sangat terbantu. Anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ujarnya dengan penuh haru, Kamis 23 Oktober 2025.
Sebelum direhabilitasi, beberapa bagian atap dan plafon gedung SDN 11 Galung mengalami kerusakan akibat usia bangunan dan faktor cuaca. Saat musim hujan, air kerap merembes ke dalam ruang kelas, membuat kegiatan belajar terganggu. Selain itu, dinding sekolah juga mulai mengalami retak halus dan cat yang mengelupas, sehingga menurunkan estetika lingkungan belajar.
Melalui program ini, pemerintah berharap bukan hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan semangat dan kualitas pendidikan dasar di Majene. Gedung yang layak akan mendorong siswa untuk lebih rajin belajar dan guru untuk lebih fokus dalam mengajar.
Selain perbaikan infrastruktur, rehabilitasi ini juga diharapkan memberi dampak sosial yang luas bagi masyarakat sekitar. Para orang tua murid mengaku senang dan bangga melihat perhatian pemerintah terhadap sekolah anak-anak mereka. “Kami merasa diperhatikan. Sekolah ini bukan hanya tempat belajar anak kami, tapi juga bagian dari kebanggaan desa Betteng,” tutur Satriawan salah satu wali murid.
SDN 11 Galung sendiri merupakan sekolah yang telah terakreditasi B, dengan SK Akreditasi yang dikeluarkan pada 31 Desember 2014. Capaian ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam menjaga mutu pendidikan, sekaligus menjadi dasar kuat untuk terus melakukan peningkatan kualitas layanan pendidikan di masa depan.
Sekolah ini juga sudah memanfaatkan sumber listrik dari PLN dan akses internet untuk menunjang kegiatan pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, rehabilitasi fisik yang dilakukan akan melengkapi fasilitas yang ada, sehingga SDN 11 Galung siap bertransformasi menjadi sekolah modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut pihak Dinas Pendidikan, rehabilitasi SDN 11 Galung merupakan bagian dari rangkaian program prioritas pemerintah daerah untuk pemerataan mutu sarana pendidikan dasar di seluruh kecamatan. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi sekolah yang rusak berat atau tidak layak digunakan. Pendidikan harus menjadi hak setiap anak tanpa memandang di mana mereka tinggal,” ujar salah satu pejabat teknis dinas.
Proses pengerjaan rehabilitasi dilakukan secara profesional dengan memperhatikan aspek keamanan dan efisiensi waktu. Setiap tahapan diawasi ketat oleh tim teknis agar hasilnya sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam dokumen kontrak dan peraturan perundang-undangan, seperti UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Masyarakat Desa Betteng turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Mereka bahkan ikut memantau proses pembangunan agar berjalan lancar dan tepat waktu. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas warga Majene kembali tampak di sekitar lingkungan sekolah.
Bagi para guru dan siswa, rehabilitasi ini bukan hanya sekadar proyek pembangunan, tetapi simbol harapan baru. Sebuah tanda bahwa pendidikan di daerah bukan sekadar wacana, melainkan prioritas nyata pemerintah. “Kami ingin anak-anak belajar dengan bangga, di ruang kelas yang bersih, aman, dan penuh semangat baru,” ujar seorang guru dengan senyum hangat.
Kini, dengan berjalannya proyek rehabilitasi gedung SDN 11 Galung, masyarakat Betteng menaruh harapan besar agar sekolah mereka menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Majene. Sebuah tempat di mana semangat belajar bertemu dengan lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang memadai — pondasi bagi lahirnya generasi unggul dari pelosok Sulawesi Barat.












