MAJENE – Kisah memilukan dilakukan oknum di PKM Malunda sandera pasien asal Tappalang diduga lantara belum melunasi tagihan kini kian heboh dibicarakan.
Sejumlah pihak ikut menanggapi, utamanya Ketua Komisi lll DPRD Majene, Jasman dan dalam waktu dekat rencananya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang berita sedang ramai dibincang.
Netizen meminta Komisi lll DPRD nantinya mengundang pihak keluarga korban agar informasi disampaikan saat di RDP berimbang dari dua sisi.
“Percuma kalau hanya pihak PKM Malunda bersama jajaran. Komisi lll penting juga melibatkan keluarga pasien agar informasi disajikan berimbang dari dua sisi,” ungkapnya.
Tak cuman itu, netizen juga meminta oknum di PKM Malunda untuk dilakukan pencopotan dari jabatanya agar persoalan demikian tidak kembali terulang dan merusak citra Pemkab Majene.
Netizen lainnya pun ada berkomentar dengan kalimat satire dan mengutip penyataan Gubernur Sulbar, “Telepon Saya” jika masyarakat Sulbar alami kendala pelayanan kesehatan.
Ia mengartikan, masa pernyataan sekelas Gubernur pun tak ikut di indahkan. Mereka mau dengarkan siapa lagi?
“Jadi mereka antara birokratis atau memang senang susahkan rakyat,” ujarnya dengan nada candaan.
Dugaan penyanderaan dilakukan PKM Malunda terhadap korban lakalantas asal Tappalang, Mamuju dinilai kurang etika dan tidak manusia. (rls/as)














