MAJENE — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui Orientasi Kelas Ibu Balita yang dilaksanakan di Puskesmas Pamboang, Kabupaten Majene, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh bidan dan tenaga pelaksana gizi Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Orientasi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga yang memiliki balita.
Hadir sebagai narasumber Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, bersama Penanggung Jawab Program Balita DKPPKB Sulawesi Barat. Kelas Ibu Balita merupakan salah satu strategi pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal. Melalui kegiatan ini, keluarga didorong memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, menerapkan praktik pengasuhan yang tepat, serta memanfaatkan Buku KIA secara optimal.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan juga didorong untuk menjadikan Kelas Ibu Balita sebagai ruang pembelajaran yang interaktif. Bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang bagi orang tua untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan menemukan solusi terhadap berbagai persoalan tumbuh kembang anak.
Berbagai indikator kesehatan balita menunjukkan bahwa penguatan kapasitas keluarga masih diperlukan. Tantangan seperti stunting, wasting, underweight, pemanfaatan Buku KIA, pemberian ASI eksklusif dan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) membutuhkan intervensi edukatif yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
“Kita ingin memastikan orang tua tidak hanya membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika sakit, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Kelas Ibu Balita menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kemampuan tersebut,” ujar dr. Nursyamsi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama tenaga kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, orientasi bagi bidan dan tenaga pelaksana gizi menjadi penting agar pelaksanaan Kelas Ibu Balita di Puskesmas dapat berjalan lebih terarah, efektif dan sesuai kebutuhan keluarga.
“Tenaga kesehatan harus mampu menjadi edukator sekaligus pendamping keluarga. Kita perlu membangun komunikasi yang mudah dipahami, sehingga pesan tentang gizi, pengasuhan, ASI, MPASI, pertumbuhan dan perkembangan benar-benar dipraktikkan di rumah,” tambahnya.
Penguatan Kelas Ibu Balita ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sejak usia dini untuk mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
Melalui kegiatan tersebut, DKPPKB Sulbar berharap kapasitas tenaga kesehatan semakin meningkat dan mampu mengoptimalkan pelaksanaan Kelas Ibu Balita di wilayah kerja masing-masing.








