MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, khususnya di wilayah pedesaan. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, tahun anggaran 2025 kembali difokuskan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan dasar. Salah satu program yang tengah direalisasikan adalah Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas di SD Negeri No. 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammerodo Sendana.
SD Negeri No. 30 Inpres Ulidang, yang berlokasi di Tippulu, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, merupakan salah satu sekolah dasar negeri tertua di kawasan tersebut. Berdiri sejak tahun 1981, sekolah ini telah menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan anak dari keluarga nelayan, petani, dan masyarakat pesisir yang tinggal di sekitar wilayah Ulidang.
Dengan luas tanah mencapai 1.204 meter persegi, sekolah ini menyediakan lingkungan belajar yang cukup luas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Setiap hari, suasana semangat belajar terlihat dari para siswa yang datang pagi-pagi untuk mengikuti pelajaran. Namun, di balik semangat itu, kondisi ruang kelas yang mulai rusak akibat usia bangunan menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi guru dan orang tua siswa.
Dinding yang retak, plafon yang lapuk, serta atap yang bocor saat musim hujan menjadi masalah utama yang dihadapi sekolah ini dalam beberapa tahun terakhir. Keadaan tersebut tentu berpengaruh terhadap kenyamanan belajar siswa dan kelancaran kegiatan mengajar guru. Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Majene pun mengambil langkah cepat melalui program Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas SDN 30 Ulidang.
Program ini dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Pendidikan, dengan kegiatan Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar, serta sub kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas. Nilai pagu kegiatan tercatat sebesar Rp. 71.820.000,- (Tujuh Puluh Satu Juta Delapan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) yang bersumber dari APBD Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2025.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup dua aspek penting, yaitu pekerjaan umum dan pekerjaan rehabilitasi ruang kelas. Pekerjaan umum mencakup persiapan, perbaikan struktur bangunan, dan pembenahan fasilitas dasar. Sementara pekerjaan rehabilitasi difokuskan pada perbaikan atap, lantai, dinding, serta pengecatan ulang agar ruang kelas kembali layak dan nyaman digunakan.
Kepala SD Negeri No. 30 Inpres Ulidang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, perbaikan ini sangat dinantikan oleh pihak sekolah mengingat beberapa ruang belajar sudah tidak dapat digunakan secara optimal.
“Kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah benar-benar memperhatikan kondisi sekolah-sekolah di pelosok seperti kami. Ruang kelas yang akan direhabilitasi ini sudah lama rusak. Kami berharap setelah selesai, anak-anak bisa belajar dengan lebih semangat dan nyaman,” ujarnya, Kamis 23 Oktober 2025.
Selain kepala sekolah, sejumlah guru dan orang tua siswa juga menyambut gembira kabar rehabilitasi ini. Mereka menilai, langkah pemerintah sangat tepat dan dibutuhkan untuk menjaga kualitas pembelajaran di daerah. Fasilitas belajar yang baik diyakini mampu meningkatkan konsentrasi siswa dan mendorong prestasi mereka di bidang akademik maupun non-akademik.
Salah satu guru, mengatakan bahwa ruang kelas yang nyaman memiliki dampak langsung terhadap semangat belajar murid.
“Siswa akan lebih fokus belajar kalau ruangannya tidak bocor dan catnya bersih. Perbaikan ini penting agar mereka bisa belajar tanpa gangguan,” katanya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Rahmawati, turut mengungkapkan rasa terima kasih atas langkah pemerintah daerah.
“Anak saya selalu cerita kalau kadang hujan masuk dari atap yang bocor. Sekarang kami sangat senang karena pemerintah memperbaikinya. Semoga cepat selesai dan hasilnya bagus,” ujarnya dengan penuh harap.
Sekolah ini diketahui telah meraih akreditasi B dan juga sertifikasi ISO, yang menunjukkan bahwa SDN 30 Inpres Ulidang telah memenuhi standar manajemen pendidikan dan mutu pelayanan. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri, sebab tidak banyak sekolah di daerah yang berhasil memperoleh sertifikasi tersebut.
Selain itu, sekolah juga telah memiliki akses internet dan pasokan listrik dari PLN, yang sangat membantu dalam penerapan pembelajaran berbasis digital dan administrasi sekolah modern. Dengan dukungan fasilitas teknologi, guru-guru di SDN 30 Ulidang kini bisa memperluas metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
Dari sisi pemerintah daerah, rehabilitasi ruang kelas di SDN 30 Inpres Ulidang merupakan bagian dari program besar pemerataan sarana pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Majene. Pemerintah berkomitmen untuk tidak hanya membangun sekolah baru, tetapi juga memastikan sekolah lama tetap layak digunakan.
“Kita ingin semua anak di Majene, baik di kota maupun di desa, mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Rehabilitasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga memperbaiki semangat belajar,” ujar seorang pejabat di Disdikpora Majene.
Program rehabilitasi seperti ini juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar, karena pelaksanaan pekerjaan melibatkan tenaga kerja lokal. Hal ini turut memberikan dampak ekonomi positif bagi warga Desa Awo dan sekitarnya.
Dengan selesainya program rehabilitasi nanti, SDN 30 Inpres Ulidang diharapkan dapat menjadi contoh sekolah desa yang bersih, aman, dan layak huni. Ruang kelas yang cerah, dinding baru yang kokoh, serta suasana belajar yang nyaman akan menumbuhkan semangat baru bagi seluruh warga sekolah.
Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga menegaskan bahwa upaya ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari visi daerah untuk mewujudkan Majene sebagai pusat pendidikan unggulan di Sulawesi Barat. Dengan kerja nyata seperti ini, harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil.












