MAJENE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja pembuatan video dokumenter mengenai potensi wilayah dan kehidupan masyarakat di Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Program kerja tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik yang mengangkat potensi kelurahan wisata pesisir, dengan Kelurahan Sirindu sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Pembuatan video dokumenter dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan Kelurahan Sirindu melalui potensi wilayah, sejarah, kehidupan masyarakat, mata pencaharian, serta lingkungan pesisir yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Dalam prosesnya, mahasiswa mendokumentasikan berbagai kondisi dan aktivitas masyarakat secara langsung di beberapa wilayah Kelurahan Sirindu. Dokumentasi tersebut mencakup kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, kehidupan di kawasan pesisir, mata pencaharian, serta berbagai potensi lokal yang ditemukan selama pelaksanaan KKN.
Selain memperkenalkan potensi wilayah, video dokumenter ini juga bertujuan menggambarkan Kelurahan Sirindu tidak hanya sebagai sebuah wilayah yang memiliki potensi wisata, tetapi sebagai ruang kehidupan masyarakat yang memiliki sejarah, budaya, aktivitas ekonomi, dan hubungan yang erat dengan lingkungan.
“Melalui video dokumenter ini, kami ingin memperkenalkan Sirindu bukan hanya dari sisi potensi wisatanya, tetapi juga dari kehidupan masyarakat yang menjadi bagian penting dari wilayah ini,” ujar Nanda Nurwalida Putri, selaku Penanggung Jawab Program Kerja Dalam penyusunan video, mahasiswa mengangkat beberapa aspek utama mengenai Kelurahan Sirindu.
Di antaranya sejarah singkat wilayah, luas dan pembagian lingkungan, kondisi masyarakat, mata pencaharian, kehidupan sehari-hari, budaya dan identitas masyarakat, hingga potensi wisata yang dapat dikembangkan. Kelurahan Sirindu memiliki luas wilayah sekitar 251,92 hektare yang terbagi menjadi lima lingkungan, yaitu Lingkungan Sirindu, Salewang, Parappe, Ambawe, dan Udzung. Wilayah tersebut dihuni sekitar 1.819 jiwa yang memiliki beragam mata pencaharian, mulai dari nelayan, petani, peternak, pegawai, hingga wiraswasta.
Kehidupan masyarakat pesisir menjadi salah satu bagian penting yang ditampilkan dalam video. Aktivitas nelayan, pertanian, perkebunan mangga dan kelapa, peternakan, serta kegiatan ekonomi masyarakat menjadi gambaran mengenai kehidupan sehari-hari di Kelurahan Sirindu.
Video tersebut juga mengangkat sejarah Kelurahan Sirindu yang sebelumnya merupakan bagian dari Lingkungan Kelurahan Lalampanua hingga kemudian resmi terbentuk sebagai kelurahan pada tahun 1986.
“Kami berharap dokumentasi ini dapat menjadi salah satu media yang memperkenalkan Kelurahan Sirindu kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus menunjukkan bahwa potensi wilayah tidak terlepas dari kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya,” tutur Nanda Nurwalida Putri.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berupaya mendokumentasikan Kelurahan Sirindu dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Video dokumenter tidak hanya menampilkan keindahan wilayah pesisir, tetapi juga memperlihatkan aktivitas, mata pencaharian, lingkungan, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat sebagai bagian dari identitas Kelurahan Sirindu.
Program ini diharapkan dapat menjadi media dokumentasi yang memperkenalkan potensi Kelurahan Sirindu sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat dan lingkungan yang menjadi bagian penting dari perkembangan wilayah tersebut.
Dengan adanya dokumentasi ini, potensi Kelurahan Sirindu dapat dikenalkan secara lebih luas, sementara kehidupan masyarakat dan karakter wilayahnya tetap menjadi bagian utama dari cerita yang disampaikan. (rls/as)








