MAJENE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Posko Desa Bababulo menggelar sosialisasi perlindungan ekosistem laut bagi siswa SMPN 3 Pamboang.
Sosialisasi itu, dibagi dalam tiga pertemuan terpisah, dimulai 20 sampai dengan 28 Juli 2026, dengan menyasar kelas 9C, 9A, dan 9B, Sabtu 2 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pesisir sejak usia sekolah.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking, dilanjutkan dengan pemutaran video edukatif tentang kondisi ekosistem laut Indonesia.
Pada sesi inti, mahasiswa menyampaikan materi mengenai peran laut bagi kehidupan. Tiga ekosistem pesisir utama
terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove serta ancaman kerusakan yang dihadapi ekosistem tersebut.
Materi juga mencakup langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan siswa dan sekolah untuk mendukung pelestarian pesisir.
Shakina Sanusi, salah satu mahasiswa Posko Desa Bababulo, menyampaikan materi tersebut kepada siswa. Setelah sesi ice breaking kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan seputar penanganan sampah plastik di wilayah pesisir. Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama.
Dani, siswa kelas 9A SMPN 3 Pamboang, mengatakan kegiatan tersebut membantunya memahami pentingnya menjaga mangrove dan terumbu karang di wilayahnya.
“Acaranya seru karena ada video dan game. Saya jadi lebih paham kalau mangrove dan terumbu karang di daerah kita itu penting, jadi kita tidak boleh buang sampah sembarangan ke laut,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas Posko Desa Bababulo berharap siswa SMPN 3 Pamboang dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menjaga ekosistem laut di wilayah Pamboang dan sekitarnya. (rls/as)














