Polewali Mandar — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri tahlilan 40 hari wafatnya Salim S. Mengga, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di rumah jonga, Takatidung, Polewali, Kamis 12 Maret 2026.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh daerah, termasuk Bupati Polman Samsul Mahmud, pimpinan OPD, kerabat, serta masyarakat yang datang untuk memberikan doa bagi almarhum. Suasana haru menyelimuti majelis ketika lantunan doa dipanjatkan bagi sosok yang dikenal disiplin dan berdedikasi tinggi bagi Sulawesi Barat tersebut.
Hj. Fatmawati Salim, dalam kesempatan itu, menyampaikan rasa haru atas momentum 40 hari wafatnya almarhum.
“Empat puluh hari almarhum tidak terasa. Secara pribadi dan atas nama keluarga besar, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Sejak hari pertama hingga hari ini, beliau tidak henti-hentinya memberikan doa, tahlil, bahkan penamatan Al-Qur’an untuk almarhum. Ini adalah perhatian yang sangat berarti bagi keluarga,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Suhardi Duka, mengenang kedekatannya dengan almarhum Salim S. Mengga sejak masa deklarasi hingga masa kepemimpinan mereka di Sulawesi Barat. Ia mengaku masih merasakan duka mendalam atas kepergian sosok yang ia anggap sebagai teladan.
“Semua kenangan itu terekam jelas di memori saya. Kita masih membutuhkan nasihat dan keteladanannya, namun kita harus melepaskan dengan tulus. Cukuplah tangis kita, mari kita yakini bahwa almarhum kini berada di tempat yang jauh lebih baik,” ujarnya Suhardi Duka.
Ia juga mengajak masyarakat Sulbar untuk terus menjaga nilai dan pesan-pesan almarhum sebagai pedoman membangun daerah ke depan.
Di sisi lain, Gubernur Suhardi Duka turut memberikan apresiasi kepada Bupati Samsul Mahmud atas perbaikan tata kelola pemerintahan di Polman. Ia menyebut peningkatan signifikan dalam indeks Reformasi Birokrasi dan capaian MCP antikorupsi sebagai bukti nyata kemajuan daerah.
“Indeks Reformasi Birokrasi Polman kini berada di angka 70,88 (nilai BB), menandakan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Begitu pula dengan MCP antikorupsi yang mencapai 75,8, angka yang cukup tinggi dibanding daerah lain,” paparnya.
Memasuki waktu berbuka, para tamu bersama keluarga almarhum menikmati hidangan dalam suasana penuh kehangatan, menjadi simbol kuatnya silaturahmi yang terus terjaga.
Rangkaian acara ditutup dengan salat Magrib berjemaah di rumah jonga, menandai berakhirnya tahlilan dan buka puasa bersama. (Rls)














