POLMAN – Sejumlah petani di Dusun Belulu, Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, Provinsi Sulbar enggan melakukan penggarapan atau menanam akibat kondisi El Nino melanda.
Diketahui, ada 100 H lahan enggan digarap atau ditanami petani di Dusun Belulu, Desa Buku, Kecamatan Mapilli lantaran efek El Nino timbulkan kekeringan cukup ektrim dan diperparah lagi kurangnya pasokan air.
Menurutnya, kondisi demikian memang sudah berlangsung cukup lama. Bukan hanya pada kondisi El Nino terjadi di 2026 saja.
“Petani di Belulu justru memilih meninggalkan lahan mereka dan enggan lakukan penggarapan akibat kurangnya pasokan air,” ungkap salah seorang petani disana, Senin 7 September 2026.
Ia tambahkan, sudah berlangsung puluhan tahun lahan kami di Dusun Belulu, Desa Buku terpaksa tidak digarap dan memilih tanaman komoditas lain untuk hidupi keluarga kami.
“Lahan ini dulunya masuk dalam program cetak sawah di 2016. Jadi sudah hampir 10 tahun lahan kami mangkrak tidak dijamak akibat kurangnya pasokan air,” ujarnya.
Jadi petani di Dusun Belulu justru memilih menaman komoditas lainnya seperti kelapa dan pisang. Pernah dilakukan penanaman, hasilnya tidak maksimal dan bahkan petani justru rugi besar.
“Lebih memakan banyak biaya penggarapan ketimbang hasilnya sendiri. Belum lagi petani di Belulu hanya mampu lakukan 1 kali penggarapan di musim tanam, artinya jauh dari harapan Kementan saat ini,” katanya.
Melalui program cetak sawah kini di gencarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian, seluruh petani di Dusun Belulu menitip harapan mereka agar lahan mereka ikut masuk dalam program demikian. Sekaligus mendapatkan perhatian serius soal pasokan air menuju lahan mereka nantinya. (rls/as)








