MAJENE – Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Satu Data yang digelar di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Majene, Jumat 6 November 2026.
Andi Rita menekankan pentingnya kedisiplinan dan keseriusan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melakukan pemutakhiran data secara berkala demi kelancaran perencanaan pembangunan.
Untuk memacu semangat kerja instansi, Pemkab Majene melalui Bappeda akan memprogramkan pemberian penghargaan (reward) pada tahun mendatang bagi OPD yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penginputan data.
Langkah ini diharapkan menjadi stimulus agar setiap instansi semakin berkomitmen menyajikan data yang berkualitas dan terintegrasi.
Rakor tersebut menghadirkan tiga pemateri utama, yakni Kepala Bappeda Majene Andi Irma Tenri Nilawati, Kepala Diskominfo Majene Irhamniah Muis Mandra, dan Maya, yang mewakili Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Majene.
Dalam sesi pemaparan, Irhamniah Muis Mandra menjelaskan lima tugas utama Diskominfo sebagai Wali Data dalam program ini.
Pertama, mengumpulkan data dengan menghimpun informasi dari seluruh produsen data di lingkungan Pemkab Majene.
Kedua, memeriksa kesesuaian data agar memenuhi standar, metadata baku, interoperabilitas, kode referensi, dan data induk.
Ketiga, mengelola dan menganalisis data guna pemanfaatan yang optimal. Keempat, menyebarluaskan data melalui Portal Satu Data sebagai wujud keterbukaan informasi. Kelima, melakukan pembinaan serta pendampingan langsung kepada seluruh OPD dalam penyelenggaraan Satu Data.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Diskominfo memegang peran sentral sebagai Wali Data di tingkat daerah yang bertanggung jawab memastikan seluruh penyelenggaraan tata kelola data berjalan sesuai standar nasional.
Perkimtan diwakilkan Kepala Bidang Kawasan sambut arahan itu dengan menegaskan seluruh data yang dikelola oleh Dinas Perkimtan kini telah melalui proses pemutakhiran menyeluruh guna menyelaraskan komitmen transparansi berbasis data digital tersebut.
“Intinya tadi ini forum menginginkan tematik berbasis data. Kalau perkim untuk progres 2024-2025 aman semua datanya, sudah terimput, memenuhi syarat,” ujar Fawsy saat memberikan keterangan pers usai acara.
Lebih lanjut, Fawsy menjelaskan bahwa pelaksanaan Forum SDI 2026 berfungsi sebagai instrumen krusial untuk melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan validasi data secara berkala, khususnya untuk mengevaluasi capaian kinerja dua tahun terakhir.
“Jadi untuk Perkim dua tahun terakhir semua sudah terupdate,” tutupnya. (rls/as)








