MAJENE – Isu seleksi di Event Sandeq Silumba 2026, menuai protes lantaran dinilai tidak fair dan terlalu dipaksakan, Jumat 15 Mei 2026.
Protes itu datang dari pemilik perahu sandeq bernama “Chelsea” asal Somba Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.
Isu tentang diseleksinya peserta Event Sandeq Silumba 2026, dinilai terlalu dipaksakan dan tidak memiliki keadilan bagi seluruh passandeq.
Hitungan sementara kurang lebih 90 perahu sandeq siap mengikuti Event Sandeq Silumba 2026.
Isunya akan dilakukan seleksi dan hanya menerima 60 peserta dari jumlah yang ada.
“Kebijakan ini tentu tidak fair dan tak memiliki nurani serta menurunkan semangat kemaritiman dalam menjaga warisan budaya sandeq di tanah Mandar,” ungkapnya.
Ia sebutkan, kami yakin kebijakan ini tentu tidak dapat diterima para passandeq. Apalagi kami berada di Sendana, dominan hadir dengan perahu baru.
“Kalau isu itu benar. Baiknya, dipertimbangkan secara matang. Sikapnya kami mendingan ditiadakan ketimbang akan dilakukan seleksi,” ujarnya.
Beberapa pemilik perahu mengaku didatangi katanya dari pihak panitia sembari melakukan pendataan juga sampaikan informasi tentang seleksi di Event Sandeq Silumba 2026. (rls/as)














