MAJENE – Lomba Sambung Tulang adalah nama populer untuk permainan kartu tradisional khas Makassar juga dikenal sebagai Leng, sejenis permainan kartu mengadu keterampilan dan keberuntungan untuk mendapatkan skor setelah beberapa putaran.
Lomba demikian sering diadakan dalam acara sosial atau perayaan dan dimainkan oleh tim (biasanya 5 pemain per meja) dengan tujuan menurunkan kartu dan menghindari beban skor.
Sama halnya sedang berlangsung di Wakedai Coffe berlokasi di Lingkungan Binanga, Kecamatan Banggae Timur, Sabtu malam 13 Desember 2025.
Terpantau kegiatan demikian berjalan semarak dan kian menambah hiburan malam minggu bagi peserta dominan ikuti para milenial.
Fachruddin dikenal luas dengan sebutan Babe meminta bagi para peserta lomba sambung untuk bermain dengan kedepankan sportivitas.
“Tidak penting baper – baperan, karena tujuan lomba sambung tulang ini tidak lain hanya untuk menghadirkan ruang berkumpul dan bersilaturahmi antar sesama,” ungkap pelaksana lomba.
Ia pun katakan, permainan sambung tulang dipilih lantaran memiliki memiliki peminat cukup luas dan memacu seni berfikir bagi peserta.
“Sambung tulang ini cukup tinggi peminatnya, karena selain diminati para milenial juga mampu menembus lapisan usia diatasnya dan dianggap merakyat,” terangnya.
Lomba Sambung Tulang digelar Wakedai Coffe diikuti ratusan peserta dari berbagai kampung di Majene dengan usia bervariasi dan dominan milenial, tak kecuali TNI – Polri.
Ditengah lomba sedang berlangsung, pihak panitia pun umumkan akan menghadirkan lomba sambung tulang lebih meriah lagi dengan total hadiah maksimal 5 – 7 juta. (rls/as)








