MAJENE – Dua hari pasca dikabarkan hilang seorang nelayan asal Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, tim gabungan belum berhasil menemukan korban, Jumat 30 Januari 2026.
Dalam operasi pencarian korban hilangnya nelayan kini memasuki hari kedua, tim SAR telah membentuk tiga Search and Rescue Unit (SRU). Kedua tim menggunakan perahu karet (Rubber Boat).
Sementara satu SRU lainnya melibatkan nelayan setempat untuk membantu pencarian disekitar lokasi diduga menjadi TKP.
“Pencarian difokuskan diduga menjadi TKP dengan radius 2 sampai 3 mil laut. Namun, sampai sore belum ditemukan ada tanda – tanda keberadaan korban,” ungkap Ketua SAR Majene, Agustan.
Ia tambahkan, sesuai prosedur keselamatan, pada pukul 18.00 Wita seluruh personel di istirahatkan. Tapi, Tim SAR tetap bersiaga dilokasi dengan mendirikan posko pencarian dan besoknya akan dilanjutkan pencarian.
“Sampai pencarian dihari kedua berakhir. Tim SAR tetap stand by dilokasi atau posko. Pencarian akan kami lanjutkan besok pagi dengan memperluas area pencarian,” ujarnya.
Agustan juga berharap kondisi cuaca mendukung kelanjutan operasi SAR. Ia mengajak masyarakat untuk turut memberikan doa dan dukungan agar korban dapat segera ditemukan.
“Kami akan terus melakukan pencarian semaksimalkan mungkin dengan waktu belum ditentukan. Kami harapkan cuaca bersahabat dan korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” terangnya.
Nelayan berasal dari Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene dikabarkan hilang saat melaut. Namun perahu diduga milik korban terdampar dipesisir Sumakuyu. (rls/as)














