MAJENE – PMT bagi balita dan bumil di Desa Totolisi Kecamatan Sendana bertujuan memulihkan status gizi ibu hamil dan balita kurang gizi.
Melalui pemberian PMT ini diharapkan terpenuhinya nutrisi, kalori, dan kebutuhan vitamin, selama menjalani proses kehamilan bagi ibu hamil dan memperbaiki tumbuh kembang balita.
Tujuan lainnya, agar anaknya terhindar dari masalah stunting saat lahir dan para orang tua balita lebih memperhatikan asupan gizi yang diberikan sehingga anaknya dapat keluar dari status gizi buruk.
Nurmini katakan, Pemberian Makanan Tambahan adalah program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.
“PMT Balita diberikan pada balita kurus usia 6-59 bulan yang indikator Berat Badan (BB) menurut Panjang Badan (PB)/Tinggi Badan (TB) sesuai data dimiliki fasilitas kesehatan,” ungkapnya Penjabat Kepala Desa Totolisi, Rabu 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, PMT ada dua macam, yaitu PMT pemulihan dan PMT penyuluhan. Dari dua jenis pemberian makanan tambahan ini tidak pernah disebut jenis atau merek tertentu. Jelasnya boleh dari makanan lokal dan boleh dari jenis makanan pabrik.
Namun keduanya disyaratkan memenuhi energi, protein, dan lemak dalam jumlah tertentu sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis PMT Berbahan Pangan Lokal untuk balita dan ibu hamil.
Nurmini pun sarankan bagi ibu anak dan hamil untuk makan makanan bergizi, minum vitamin, olahraga rutin, minum air putih secukupnya, dan istirahat cukup, intinya tetap kedepankan pola hidup sehat. (rls/as)














