MAJENE – Kisah memilukan kembali di pertontonkan pihak PKM Malunda. Pasalnya, pasien enggan dilakukan rujukan sebelum membayar Rp. 1. 102.000,-.
Melansir akun Fb bernama Nurman JeoNjhy membenarkan adiknya alami kecelakaan di Malunda dan akhirnya dilarikan di PKM untuk ditangani secara medis, Selasa 3 Februari 2026.
Melihat kondisinya membutuhkan penanganan lanjutan, pihak keluarga ingin melakukan rujukan di RS Manakarra.
Namun, alih – alih mendapatkan pelayanan baik dan cepat. Justru diperlambat alasan rujukan tidak dapat dikeluarkan sebelum pasien membayar tagihan 1. 102.000,-
Pelayanan PKM Malunda justru dipertanyakan dan membandingkan pelayanan berada di PKM Kalukku, Mamuju.
“Motif sama tetapi PKM Kalukku tidak pernah membebani pasien sepersen pun. Artinya, PKM Malunda menerapkan aturan apa?,” tanyanya.
Ia pun katakan, jika memang aturab dilakukan pembayaran, OK. Namun, kenapa PKM Malunda justru lebih mengutamakan dokumen ketimbang nyawa manusia?.
“Saya butuh jawaban logis. Bukan sekedar info rancu. Jika pelayanan di PKM Malunda lebih kedepankan dokumen ketimbang nyawa. Maka saya katakan Pemkab dan pihak pengelola PKM Malunda perlu di lakukan evakuasi,” terangnya melalui akun Fb miliknya.
Sampai rilis diturunkan TelukMandar.com, masih terus mencoba mencari nomor kontak Kepala PKM Malunda, untuk dimintai klarifikasi pernyataan tentang viralnya pasien enggan diberikan rujukan. (rls/as)














