MAJENE – Dalam rangka merawat ingatan sejarah lokal ditanah Mandar tepatnya dilingkungan Baruga. Sejumlah komunitas berkolaborasi gelar “Bedah Buku dan Diskusi Sejarah Hj. Maemunah serta perjuangan GAPRI 5.3.1.
Kegiatan itu berlangsung dipelataran Tugu Monumen 45 juga merupakan lokasi kediaman Maemunah sekaligus markas utama GAPRI 5.3.1, Sabtu malam 19 September 2026.
Pemilihan lokasi tepat disamping Tugu Monumen 45 bukanlah tanpa alasan. Situs itu menjadi saksi bisa dan panggung bersejarah tempat lahir serta bertumbuhnya semangat perjuangan Hj. Maemunah bersama para pejuang GAPRI.
Dengan mengupas peran serta rekam jejak perjuangan Hj. Maemunah dalam memimpin pergerakan GAPRI 5.3.1 melawan penjajah bagian dari upaya masyarakat lokal Merawat Tradisi Literasi Sejarah.
Kolaborasi Antar-Generasi ini Wujud nyata sinergi pengurus RW 01 dan pemuda dalam membangun ruang dialog positif bagi masyarakat dengan harapan dapat Menghidupkan kembali fungsi Tugu Monumen 45 sebagai ruang publik bersejarah yang edukatif dan inspiratif.
“Melalui agenda ini, kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal Tugu Monumen 45 sebagai simbol fisik, tetapi juga memahami ruh dan perjuangan pahlawan lokal seperti Maemunah,” ujar ketua panitia penyelenggara Muhammad Khalid
Diskusi ini diharapkan menjadi pemantik semangat literasi dan kebanggaan lokal bagi warga sekitar. Seluruh masyarakat family baruga diundang berpartisipasi aktif dalam merawat warisan sejarah Tanah Mandar.
Bagaimana sebuah Tugu Monumen 45 menjadi pusat pembelajaran sejarah dan refleksi perjuangan bagi masyarakat sekaligus kita berharap bahwa kegiatan ini adalah rangkaian misi bersama untuk mewujudkan cita cita bersama menjadikan ibu maemumah menjadi Pahlawan Nasional. (rls/as)








