Mamuju – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, membahas penguatan sinergi pencegahan terorisme bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dalam pertemuan yang digelar di Mamuju, Jumat (6/2/2026).
Kunjungan FKPT diterima langsung oleh Kadinsos P3A dan PMD Sulbar di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung dialogis dan menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor dalam mencegah penyebaran paham radikalisme melalui pendekatan sosial, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam penguatan perlindungan sosial dan ketahanan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial dalam membangun ketahanan terhadap pengaruh radikalisme. Perempuan dan anak dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan keluarga yang tangguh, inklusif, dan berdaya.
Kadinsos P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, menyambut baik inisiatif FKPT dalam memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah, terutama yang menangani isu sosial, perempuan, dan anak.
“Pencegahan terorisme tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk penguatan peran perempuan dan perlindungan anak sebagai fondasi ketahanan sosial masyarakat,” ujar Darmawati.
Ia menambahkan, Dinsos P3A dan PMD Sulbar siap mendukung berbagai program FKPT yang selaras dengan upaya pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas perempuan, serta perlindungan anak dari pengaruh kekerasan dan paham ekstremisme.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan antara FKPT dan Dinsos P3A dan PMD Sulbar dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, inklusif, serta tangguh terhadap paham radikalisme dan terorisme di Sulawesi Barat. (Rls)














