MAJENE- Gelombang protes kembali mengguncang Kecamatan Ulumanda dan Tubo Sendana Majene. Protes itu, dilakukan lantaran penolakan mereka terhadap rencana aktivitas tambang pasir di sungai Tubo.
Unjuk rasa dilakukan dua Kecamatan di Majene itu, sempat membuat kemacetan sejuah 20 kilometer, Minggu 18 Mei 2025.
Massa menegaskan, tidak akan membuka jalan sebelum pihak pemerintah turun langsung menemui kami.
Setelah beberapa jam berlangsung, Camat Tubo dan Ulumanda menemui massa aksi telah memblokade jalan tepat di jembatan Tubo.
Camat katakan, dukungan terhadap aspirasi masyarakat dan secara resmi menandatangani kesepakatan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, dijadwalkan besok berencana akan mengunjungi Desa Salutambung dan berbincang langsung dengan masyarakat disana terkait izin tambang menjadi sorotan itu.
Diketahui, unjuk rasa dilakukan Salutambung dan Tubo Sendana merupakan aksi lanjutan mengenai penolakan tambang pasir disungai Tubo.
Usai mendapatkan kesepakatan oleh Camat, massa aksi langsung membubarkan diri dengan pengawalan ketat oleh pihak keamanan TNI – Polri.
Kendati kami belum menerima informasi langsung oleh pihak Bupati Majene, namun tim kami saat mengumpulkan informasi dilokasi aksi dikabarkan Bupati Majene akan sambangi Desa Salutambung. (rls/as)














