MAJENE – Andi Nurul Fathiyah Juga merupakan anggota DPRD Sulbar Dapil Kabupaten Majene, angkat bicara melalui akun miliknya di sosial media, Selasa malam 10 Februari 2026.
Nurul juga merupakan putri sulung Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele unggah postingan dan meminta Pemkab Majene untuk berani keluar dari zona nyaman.
Berikut kutipan unggahan akun bernama Andi Nurul:
Jika ada istikah nasi sudah jadi bubur maka ini terjadi pada PPPK Kabupaten Majene. Betapa tidak asumsi berkembang adalah akan dirumahkan, namun ini dibantah Wakil Bupati dengan alasan belum ada hasil rapat dengan stakholder terkait, bahkan belum bertemu pihak BKN.
Jujur diakui dari sekian penerimaan, Pemkab Majene terbesar dalam perekrutan. Baik PPPK Penuh Waktu maupun Paruh Waktu dan berbanding terbalik dengan fikal yang ada entah sebelum atau sesudah efisiensi anggaran dari pusat.
Olehnya itu, sebaiknya Pemkab evakuasi kembali perpanjangan kontrak dengan opsi melihat data base honorer yang akurat. Kalau perlu data base sebelum ada regulasi terkait PPPK, karena ini salah satu cara mengidentifikasi adanya SK SILUMAN disamping itu pula evaluasi kinerja mereka sehingga dapat mempertahankannya.
Pemda harus berani keluar dari zona nyaman. Artinya, biarkan rugi 1000 orang daripada 5000 orang.
Salam Fans Comunity Andi Nurul.
Sampai rilis diturunkan, tim TelukMandar.com, masih terus mencari kontak bisa menghubungkan langsung dengan Andi Nurul Fathiyah untuk dimintai klarifikasi soal unggahan beredar bernama Andi Nurul. (rls/as)














