MAJENE – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, alami keterbatasan anggaran perbaikan jalan setelah dilakukannya kebijakan efisiensi oleh pusat.
Hal itu, disampaikan Kepala Dinas PUPR, Muhammad Mufli, ST. MT saat ditemui awak media diruang kerja miliknya, Jumat 23 Januari 2026.
Mufli mengaku permintaan masyarakat tentang perbaikan jalan cukup besar. Bukan hanya dalam kota, pedesaan juga ada, seperti jalan penghubung antar Kecamatan.
“Tetapi kita dibatasi dengan kesiapan anggaran setelah pusat berlakukan kebijakan efisiensi dan ini juga terjadi disemua daerah,” ungkapnya.
Pihaknya menjelaskan, kebijakan efisiensi dilakukan pusat secara langsung mempengarui ruang fiskal daerah.
“Jadinya seluruh program direncanakan untuk tahun 2026, kini ditunda dan dikerjakan bertahap merujuk skala prioritas,” ujarnya.
Majene dengan letak geografis dominan berbukit dan rawan longsor saat dihadapkan cuaca ekstrim menjadi bagian utama mempengarui turunnya kualitas jalan bahkan sampai rusak.
“Tanpa dukungan anggaran memadai pemeliharaan jangka panjang sulit dilakukan,” terangnya.
Tentu sangat di harapkan ada tambahan anggaran untuk PUPR Majene oleh pusat agar dapat memaksimalkan perbaikan infrastruktur dasar masyarakat.
“Kami juga akan terus On Time mengusulkan penambahan anggaran baik di Provinsi maupun Pusat,” ucap Kadis PUPR Majene
Mufli berkomitmen kendati dihadapkan dengan kondisi keterbatasan anggaran, PUPR dipimpin dirinya harus tetap memberikan pelayanan baik, disektor infrastruktur dasar. (rls/as)














