MAJENE- Pemerintah resmi meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih yang akan berlangsung mulai Maret hingga Juni 2025. Program ini bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui pembentukan koperasi yang sehat, legal dan inklusif.
Dalam proses pembahasan disejumlah daerah ada – ada saja hal unik dan sempat tuai sorotan lantaran tidak adanya aqua gelas dan snack bagi peserta.
Seperti terjadi di Kecamatan Malunda dan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar sejumlah Penjabat (Pj) desa layangkan sorotan terhadap kegiatan tersebut, Rabu 23 April 2025.
Sosialisasi Koperasi Merah Putih digelar di dua Kecamatan diujung barat Majene itu turut dihadiri para Penjabat (Pj) bersama pendamping dan anggota BPD. Namun, disayangkan snack dan minuman gelas tidak tersedia.
Peserta dari Kecamatan Ulumanda, Abdullah Penno juga merupakan Penjabat (Pj) Sulai sampaikan usulan ditengah sesi tanya jawab.
Abdullah usulkan dalam kegiatan serupa dimasa mendatang untuk dilaksanakan saja langsung dimasing – masing desa.
“Agar hal – hal seperti konsumsi bisa dipenuhi oleh desa masing – masing. Kita tahu menyimak materi dalam waktu lama tanpa minum tentu cukup berat,” ungkapnya.
Usai memberikan masukan itu, gemuruh sorakan betul kompak disampaikan peserta lainnya.
Apalagi kita sebagai tuan rumah di Kecamatan Ulumanda tentu juga merasa malu didatangi tamu oleh pihak Diskoperindag minuman dan snack semacamnya kita tidak siapkan.
Meski kemudian tenggorokan kering dan perut keroncongan tak menyurutkan semangat peserta dalam menyimak materi disampaikan secara serius dan tidak mempengarui diskusi berjalan.
Informasi dihimpun tim telukmandar.com, rupanya hal serupa terjadi di Kecamatan Malunda dengan agenda sama dan keluhan sama minuman gelas dan sncak tidak disiapkan untuk peserta.
Hingga berita dimuat tim telukmandar.com sudah mencoba menkonfirmasi Camat Ulumanda terkait kegiatan sosialisasi Koperasi Merah putih sempat tuai sorotan, tapi belum mendapatkan jawaban. (rls/Endy)













