Mamuju – Pemprov Sulbar terus memastikan efektivitas dan keberlanjutan program bantuan di sektor peternakan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring bantuan bibit ternak kambing yang telah didistribusikan pada Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan monitoring dilakukan pada Minggu 11 Januari 2026, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Sulbar, Hamdani Hamdi, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Afandi Rahman, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, Akhmad Farid, serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar.
Dalam kunjungannya ke lokasi kelompok penerima bantuan, Hamdani Hamdi menyampaikan rasa syukur atas perkembangan bantuan ternak kambing yang dinilai sangat menggembirakan. Enam bulan pasca penyerahan kepada masyarakat, bantuan tersebut telah menunjukkan progres yang signifikan sebagai bagian dari program pembangunan peternakan yang dicanangkan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK–JSM).
“Alhamdulillah, saat ini telah tercatat sebanyak 134 ekor kelahiran dan 276 ekor ternak dalam kondisi bunting. Artinya, sekitar 25 persen sudah produktif, dan angka ini akan terus bertambah seiring waktu,” ujar Hamdani.
Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program pembangunan peternakan yang selaras dengan visi dan misi Panca Daya yang dicanangkan Gubernur Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga.
“Ini membuktikan bahwa program yang dilaksanakan oleh Bapak Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga benar-benar berjalan dengan baik. Dampaknya nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan peternakan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan peternak,” tambahnya.
Hamdani menekankan pentingnya membangun ekosistem hilirisasi peternakan secara terintegrasi, tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan ternak semata.
“Ke depan, kami mendorong agar pengembangan kambing ini masuk dalam ekosistem hilirisasi, mulai dari pembibitan, penggemukan, hingga pemasaran. Targetnya bukan hanya swasembada di Sulbar, tetapi juga menjadikan Sulbar sebagai sentra dan penyuplai bibit kambing ke provinsi tetangga,” jelasnya.
Ia menyebut, dengan potensi sumber daya dan dukungan kebijakan yang ada, Sulbar sangat memungkinkan untuk memasok kebutuhan bibit ternak ke wilayah seperti Kalimantan Timur dan daerah lainnya.
“Kami optimistis Sulbar ke depan bisa menjadi daerah penyangga dan pemasok bibit kambing berkualitas, khususnya untuk mendukung kebutuhan pangan dan peternakan di wilayah Ibu Kota Nusantara dan sekitarnya,” tegas Hamdani.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengawal keberlanjutan program bantuan ternak melalui pendampingan yang berkelanjutan.
“Kami akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkala agar bantuan ini benar-benar berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak,” jelasnya.
Dari sisi penerima manfaat, Ketua Kelompok Tani Pemuda Aribang, Masdar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemprov Sulbar, khususnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan kambing ini. Kambingnya besar dan produktif. Saat ini sudah 7 ekor yang melahirkan dan 9 ekor dalam kondisi bunting. Bantuan ini sangat membantu meningkatkan ekonomi kelompok kami,” tuturnya.
Program bantuan bibit ternak kambing ini diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi ternak di Sulbar, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya ekonomi peternakan berbasis hilirisasi yang berkelanjutan dan berdaya saing antarwilayah. (Rls)












